view sexy images at influenza!
WWW.CERITAINDO.SEXTGEM.COM

Find us On Facebook and Twitter
facebook.jpg | twitter.jpg

AKU DAPAT MEMEK JANDA

Kisah ini berawal ketika saya pulang liburan akhir
semester lalu dari bandung. Hampir 2 minggu
saya habiskan disana dengan ‘reuni’ bareng
temen-temen saya waktu SMA dulu yang
kebetulan kuliah disana. Saya sendiri kuliah di
kota budaya, Jogjakarta.
Waktu itu saya tiba diterminal bis di kota
Bandung pukul 2 siang, meskipun bis Bandung –
Jogja yang saya tumpangi baru berangkat 2 jam
kemudian. Saat sedang asyik membolak-balik
Taboid Olahraga kesukaan saya, tiba-tiba
seorang anak kecil berusia 4 tahunan terjatuh
didepan saya, sontak tangan ku menarik si gadis
kecil itu.
"Makasih Dik, maklum anak kecil kerja nya lari-
lari mulu" ungkap seorang wanita setengah baya
seraya mengumbar senyum manisnya. Namun
walau hampir kepala tiga, Mbak Titin, demikian
dia memperkenalkan dirinya pada saya, masih
keliatan seperti gadis muda yang lagi ranum-
ranum nya.... dada gede (34B), pantat bahenol
dibarengi pinggul seksi membuat ku terpaku
sejenak memandanginya.
"Maaf, boleh saya duduk disini" suara Mbak Titin
dengan logat sundanya yang khas memecah
'keheningan' saya
"Ssii... silakan Mbak," balas ku sambil menggeser
pantat ku dibangku ruang tunggu bis antar kota
di kota kembang itu.
"Mau kemana mbak'"saya coba membuka
pembicaraan.
"Anu... saya the mau ke jogja. Biasa beli barang-
barang buat dagang. Adik mau kemana?"
"Sama, jogja juga. Mbak sendiri?" pandangan ku
melirik payudara nya yang belahan nya jelas dari
kaos lumayan ketat yang dipakainya.
"Ya, tapi ada yeyen kok" katanya sambil
menunjuk si kecil yang asik dengan mainannya.
"Saya Andi Mbak" ucapku sambil mengulurkan
tangan yang langsung disambutnya dengan
ramah.
"Kalo gitu saya manggilnya mas aja ya, lebih
enak kedengarannya" ungkap si mbak dengan
kembali mengumbar senyum manisnya.
Mungkin karena ketepatan jurusan kami sama,
saya dan Mbak Titin cepat akrab, apalagi apa
karna kebetulan ato gimana, kami pun duduk
sebangku di bis yang memang pake formasi
seat 2-2 itu.
Dari ceritanya ku ketahui kalo Mbak Titin janda
muda yang ditinggal cerai suami sejak 2 thn lalu.
Untuk menyambung hidup dia berjualan pakaian
dan perhiasan yang semua dibeli dari jogja.
Katanya harga nya murah. Rencananya di Jogja
2-3 hari..
Pukul 4.30 sore, bis meninggalkan terminal
tersebut, sementara didalam bis kamu bertiga
asyik bercengkarama, layaknya Bapak-Ibu-Anak,
dan cepat akrab saya sengaja memangku si kecil
Yeyen, sehingga Mbak Titin makin respek pada
saya. Tak terasa, waktu terus berjaan, suasana
bis begitu hening, ketika waktu menunjukkan
pukul 11 malam. Si kecil Yeyen dan para
penumpang lain pun sudah terlelap dalam tidur.
Sedangkan saya dan Mbak Titin masih asyik
dalam obrolan kami, yang sekali-kali berbau ha-
hal ‘jorok’, apalagi dengan tawa genitnya Mbak
Titin sesekali mencubit mesra pinggang saya.
Suasana makin mendukung karna kami duduk
dibangku urutan 4 dari depan dan kebetulan lagi
bangku didepan,belakang dan samping kami
kosong semua.
"Ehmm..mbak, boleh tanya ga nih, gimana dong
seandainya pengen gituan kan dah 2 taon
cerainya." tanya ku sekenanya.
"Iiihh, si mas pikiran nya..ya gimana lagi,
palingan usaha sendiri... kalo ga,ya... ini,si Yeyen
yang jadi sasaran marah saya, apalagi kalo dah
sampe di ubun-ubun." jawabnya sambil tersipu
malu.
"Masa... Ga mungkin ga ada pria yang ga mau
sama mbak, mbak seksi, kayak masih gadis" aku
coba mengeluarkan jurus awal.
Tiba-tiba si yeyen yang tidur pulas dipangkuan
Mbak Titin, nyaris terjatuh.. sontak tangan ku
menahannya dan tanpa sengaja tangan kami
bertemu. Kami terdiam sambil berpandangan,
sejenak kemudian tangan nya ku remas kecil dan
Mbak Titin merespon sambil tersenyum. Tak
lama kemudian dia menyandarkan kepalanya di
bahu ku, tapi aku mencoba untuk tenang, karena
‘diantara’ kami masih ada si kecil yeyen yang lagi
asik mimpi..ya memang ruang gerak kami
terbatas malam itu. Cukup lama kami
berpandangan, dan dibawah sorot lampu bis
yang redup, ku beranikan mencium lembut bibir
seksi janda cantik itu.
"Ssshhh... ahhh... mas" erangnya, saat lidah ku
memasuki rongga mulutnya, sementara tangan
ku, walau agak sulit, karna yeyen tidur
dipangkuan kami berdua, tapi aku coba
meremas lembut payudara seksi nan gede itu.
"Terus mas... enak..... ouhhhh" tangan nya
dimasukin aja mas, gak keliatan kok’" rengeknya
manja.
Adegan pagut dan remas antara kami
berlangsung 20 menitan dan terhenti saat yeyen
terbangun...
"Mama..., ngapain sama Om Andi" suara yeyen
membuat kami segera menyudahi ‘fore play’ ini
dan terpaksa semuanya serba nanggung karna
setelah itu Yeyen malah ga tidur lagi.
"Oya, ntar di Jogja tinggal dimana Mbak" tanya
ku.
"Hotel Mas... Napa? Mas mau nemenin
kami...???"
"Bisa, ntar sekalian saya temenin belanjanya, biar
gampang, ntar cari hotelnya disekitar malioboro
aja."
Pukul 7 pagi akhirnya kami tiba di terminal
Giwangan, Jogja... dari terminal kami bertiga
yang mirip Bapak-Ibu dan anak ini, nyambung
bis kota dan nyampai dikawasan malioboro
setengah jam kemudian.. setelah muter-muter,
akhirnya kami mendapatkan hotel kamar
standart dengan doble bed dikawasan wisata
jogja itu.
Setelah semua beres, si room boy yang
mengantar kami pamit.
"Yeyen, mau mandi atau langsung bobo
chayank?"
"Mandi aja, Ma... Oya, Om Andi nginep bareng
kita ya..?" si yeyen kecil menanyaiku
"Ya, biar mama ada temen ngobrolnya." jawab
Mbak Titin sambil ngajak Yeyen ke kamar mandi
yang ada dalam kamar. Di dalam ternyata si
mbak telah melepas pakaiannya dan hanya
melilitkan handuk di tubuh seksinya.
Dengan posisi agak nungging, dengan telaten
Mbak Yeyen menyabuni si Yeyen, dan karena
pintu kamar mandi yang terbuka, nampak jelas
cd item yang membalut pantat seksi itu. Seperti
Mbak Titin sengaja memancing naluriku, karena
walau tau aku bisa ‘menikmati’ pemandangan
tersebut, pintu kamar mandi tidak ditutup barang
sedikitpun.
Tak lama kemudian, Yeyen yang telah selesai
mandi , berlari masuk ke dalam kamar..
"Gimana, Yeyen udah seger belom?" godaku
sambil mengedipkan mata ke arah Mbak Titin
"Seger Om.... Om mau mandi??"
Belum sempat ku jawab.....
"Ya ntar Om Mandi mandinya bareng mama,
sekarang yeyen bobo ya..." celetuk Mbak Titin
sambil tersenyum genit kearah ku.
Selagi Mbak Titin menidurkan anaknya, aku yang
sudah masuk ke kamar mandi melepas seluruh
pakaian ku dan ‘mengurut-urut’ penis ku yang
sudah tegang dari tadi. Lagi asiknya swalayan
sambil berfantasi, Mbak Titin ngeloyor masuk
kamar mandi.
Aku kanget bukan kepalang..
"Udah gak sabar ya…..." godanya sambil
memandagi torpedo ku yang sudah ‘on fire’
"Haa... aaa... Mbak..." suaraku agak terbata-bata
melihat Mbak Titin langsung melepas lilitan
handuknya hingga terpampang payudara nya
yang montok yang ternyata sudah ga dibungkus
BH lagi, tapi penutup bawah nya masih utuh.
Tanpa mempedulikan kebengongan ku, Mbak
Titin langsung memelukku.
"Jangan panggil Mbak dong. Titin aja" rengeknya
manja sambil melumat bibirku dan tangan
kirinya dengan lembut mengelus-elus kemaluan
ku yang semakin ‘on fire’.
Aku sudah dirasuki nafsu biarahi langsung
membalas pagutan Titin dengan tatkala
ganasnya. Perlahan jilatan erotis Mbak Heny
turun ke leher, perut... hingga sampe dibatang
kemaluan ku.
"Berpengalaman sekali dia ini..." pikirku.
Jilatan yang diselingi sedotan, kuluman dibatang
kemaluan hingga buah pelir ku itu membuatku
serasa terbang melayang-layang....
"Ohhhh... Titin... nikkk... mat... teruss... isepppp"
desahku menahan nikmatnya permainan oral
janda seksi ini sambil mengelus-elus rambutnya.
15 menit lamanya permainan dahsyat itu
berlangsung hingga akhirnya aku merasa
sesuatu yang ingin keluar dari penis ku.
"Akhh... hh... aku keulu..aaarrr..." erangku diikuti
semprotan sperma ku dimulut Titin yang
langsung melahap semua sperma ku persis
seperti
Setelah suasana agak tenang, aku menarik
tangan Titin untuk berdiri, dan dalam posisi
sejajar sambil memeluk erat tubuh sintal janda
seksi ini, mulutku langsung melumat mulut Titin
sambil meremas-remas pantatnya yang padat.
Titin membalasnya dengan pagutan yang tatkala
ganas sambil tangan nya mengenggam penisku
yang masih layu dan mengurut-urutnya. Dan
dengan buasnya aku mengecup dan menyedot
dari leher terus merambat hingga ke payudara
nya yang padat berisi.
"Oohhh.. Ndi.... ahhkkhh." erangnya tatkala
mulutku mulai bermain di ujung putingnya yang
tegang dan berwarna coklat kemerahan. Tanpa
melepas lumatan pada mulut Titin, perlahan aku
mulai mengangkat tubuh sintal tersebut dan
mendudukannya diatas bak mandi serta
membuka lebar-lebar pahanya yang putih
mulus. Tanpa dikomando aku langsung berlutut,
mendekatkan wajahku kebagian perut Titin dan
menjilati yang membuat Titin menggelinjang bak
cacing kepanasan.
Jilatin ku terus merambat ke bibir vagina nya
yang licin tanpa sehelai bulu pun. Sesaat
kemudian lidahku menjilati sambil menusuk-
nusuk lubang vagina Titin, yang membuatnya
mengerang histeris.
"Ndi... sudah.... Ndi... masukinn punyamu....
aku sudah ga tahan.... ayo sayang..." pinta nya
dengan nafas memburu.
Tak lama kemudian aku berdiri dan mulai
menggesek-gesekkan penis ku yang sudah
tegang dan mengeras dibibir vagina Titin yang
seseksi si empunya.
"Sudah.... say.... aku ga ta.. hann... nnn...
masukin.." rengek Titin dengan wajah sayu
menahan geora nafsunya.
Perlahan namun pasti penisku yang berukuran
17 cm, ku masukkan menerobos vagina Titin
yang masih sempit walau sudah berstatus janda
itu.
"Pelann... dong say.. sudah 2 tahun aku gak
maen.." pinta nya seraya memejamkan mata
dan menggigit bibirnya sendiri saat penisku
mulai menerobos lorong nikmat itu.
Ku biarkan penis ku tertanam di vagina Titin dan
membiarkan nya menikmati sensasi yang telah
dua tahun tak dia rasakan. Perlahan namun pasti
aku mulai mengocok vagina janda muda ini
dengan penis ku yang perkasa. Untuk
memberikan sensasi yang luar biasa, aku
memompa vagina Titin dengan formasi 10:1,
yaitu 10 gerakan menusuk setengah vagina Titin
yang diukuti dengan 1 gerakan full menusuk
hingga menyentuh dinding rahimnya. Gerakan
ini ku selingi dengan menggerakkan pantatku
dengan memuter sehingga membuat Titin
merasa vagina nya diubek, sungguh nikmat
yang tiada tara terlihat dari desisan-desisan yang
diselingi kata-kata kotor keluar dari mulutnya..
"Ouggghh.... kontolmu enak say... entot Titin
terus say... nikmat" rintihnya sambil
mengimbangi gerakanku dengan memaju-
mundurkan pantatnya.
Tiga puluh menit berlalu, Titin sepertinya akan
mencapai orgasmenya yang pertama. Tangan
nya dengan kuat mencengkram punggung ku
seolah meminta sodokan yang lebih dalam di
vaginanya. Titin menganggkat pinggulnya tinggi-
tinggi dan menggelinjang hebat, sementara aku
semakin cepat menghujam kan penisku di
vagina Titin...
"Ooouhhh.... aaahhhh.... hhh..." erang Titin saat
puncak kenikmatan itu dia dapatkan..
Sejenak Mbak Titin kubiarkan menikmati multi
orgasme yang baru saja dia dapatkan. Tak lama
kemudian tubuh sintal Mbak Titin ku bopong
berdiri dan kusandarkan membelakangi ku ke
dinding kamar mandi. Sambil menciumi tengkuk
bagian belakang nya, perlahan tangan ku
membelai dan mengelus paha mulus Mbak Titin
hingga tangan ku menyentuh dan meremas
kemaluan nya dari belakang, membuat nafsu
birahinya bangkit kembali. Rangsangan ini ku
lakukan hingga aku persis berjongkok dibelakang
Titin. Apalagi setelah jilatan merambat naik ke
vagina Mbak Titin dan mengobok-obok vagina
yang semakin menyemburkan aroma khas. Tak
cukup sampai disitu, wajahku ku dekatkan
kebelahan pantat montok itu dan mulai
mengecup dan menjilati belahan itu hingga
akhirnya Mbak Titin seakan tersentak kaget kala
aku menjulurkan dan menjilati lubang anus nya,
sepertinya baru kali ini bokong seksi dan
anusnya dijilati.
"Ouhh.... aakhh... ssstt.... jorok say.... apa kamu
lakukan... jilat memek titin aja.." celotehnya .
Sepuluh menit berlalu, aku kemudian berdiri dan
menarik pantat montok nan seksi itu kebelakang
dan penisku yang semakin tegang itu ku gosok-
gosokan disekitar anus Titin…
"Ouh... ca... kittt... say... jangan disitu, Titin lom
pernah say..." rengeknya sambil menahan saat
perlahan penisku menerobos masuk anusnya.
Setelah sepenuhnya penisku tertelan anus Titin,
ku diamkan beberapa saat untuk beradaptasi
seraya tangan ku meremas-remas kedua
payudaranya yang menggantung indah dan
menciumi tengkuk hingga leher belakang dan
sampai ke daun telinga nya.
"Nikk... matt... say.." hanya itu yang keluar dari
mulut seksi Titin.
Merasa cukup, aku mulai memaju mundurkan
penis ku secara perlahan mengingat baru kali ini
anusnya dimasuki penis laki-laki. Setelah
beberapa gerakan kelihatan rasa sakit dan perih
yang dirasakannya tadi sudah berganti dengan
rasa nikmat tiada tara.
Perlahan Mbak Titin mulai mengimbangi gerakan
ku dengan goyangan saat penis ku semakin
memompa anusnya, sambil tangan kananku
mengobok-obok vagina nya yang nganggur.
"Aahhh... ooohhh... laur biasa say... nikmat..."
Desah Titin menahan nikmatnya permainan
duniawi ini. 30 menit berlalu dan aku merasa
puas mempermainkan anus Mbak Titin, perlahan
ku tarik penisku dan mengarahkan nya secara
perlahan ke vagina, dan memulai mengobok-
obok vagina itu lagi. 20 menit kemudian aku
merasa ada sesuatu yang akan keluar dari
penisku, hingga aku semakin mempercepat
gerakan sodokan ku yang semakin diimbangi
Titin yang sepertinya juga akan mendapatkan
orgamasme keduanya.
Diiringa lolongan panjang kami yang hampir
bersamaan, secara bersamaan pula cairan
hangat dan kental dari penisku dan vagina Titin
bertemu di lorong nikmat Titin.. Nikmatnya tiada
tara, sensasi yang tiada duanya..
Tak lama berselang, aku menarik penisku dan
mendekatkan nya ke mulut Mbak Tiitn yang
langsung dijilatinya hingga sisa-sisa sperma
yang masih ada dipenisku dijalatinya dengan
rakus.
"Tak kusangka mas sehebat ini.. baru kali ini aku
merasa sepuas ini. Badan kecil tapi tenaganya
luar biasa. Aku mau mas... aku mau kamu
mas..." puji Mbak Titin padaku dengan pancaran
wajah penuh kepuasan tiada tara...
Sesaat kemudian kami saling membersihkan diri
satu dengan lainnya, sambil tentunya sambil
saling remas. Saat keluar mandi terihat Yeyen
masih terdidur pulas, sepuas mama nya yang
baru saja ku ‘embat’.
Setelah Yeyen bangun, kami bertiga jalan-jalan
disekitar malioboro hingga malam. Pukul 9
malam kami tiba di hotel, namun kali ini sambil
memandikan Yeyen, Mbak Titin tampaknya
sekalian mandi.. Saat keluar kamar mandi tanpa
sungkan wanita sunda ini melepas handuknya
untuk selanjutnya mengenakan daster tipis yang
tadi baru kami beli dari salah satu toko di
kawasan malioboro.
"Mas.. mandi dulu gih.." ungkapnya saat aku
mendekatkan diri dan mengecup lembut
bibirnya yang langsung disambutnya.
"Iihh.. mama dan om Andi, ngapain..?" protes si
kecil yeyen saat kami sesaat berpagutan didepan
meja hias yang tersedia di kamar hotel itu.
Setelah aku selesai mandi, ku lihat Titin lagi
ngeloni Yeyen, dan tampaknya kedua ibu-anak
ini kecapean setalah jalan-jalan disekitar
malioboro.
Akhirnya ku biarkan Titin tidur dan aku gak
ngantuk sama sekali mencoba mengisi waktu
dengan menyaksikan live liga Inggris yang
waktu itu ketepatan menyajikan big match .. Jam
12 malam lebih saat tayangan bola rampung,
perlahan aku mendekati Titin dan mulai
membelai-belai betis indah janda muda itu dari
balik daster tipisnya hingga nyampe pangkal
pahanya. Ketika tanganku mulai mengusap-usap
vagina, Titin terbangun. Ku ajak dia pindah ke
bed satunya, sambil ku lucuti daster tipis yang
didalamnya tanpa beha tersebut. Dengan hanya
menggunakan CD tipis berwarna krem, tubuh
bahenol itu ku bopong dan ku lentang kan di
ranjang satunya, agar kami lebih leluasa dan si
Yeyen kecil bisa tidur tenang. Sambil
menindihnya, ku remas dan kecup puting
payudara putih dan montok itu.
"Aahhh.... mas..." erangnya manja.
Jilatan ku terus merambah menikmati inci per
inci tubuh seksi itu hingga sampe di gundukan
nikmat tanpa sehelai rambut pun.. Hampir 20
menit lidah ku bermain dibagian sensitive itu,
hingga akhirnya..
"Ayo dong mas... cepeten masukin... dah ga
tahan nih..."
Perlahan kusapukan penis ku di vagina mungil
itu. kelihatan sekali Titin menahan napas sambil
memejamkan mata nya dengan sayu dan
menggigit bibir bawahnya. Akhirnya burung ku
masuk ‘sarang’. Ku pertahankan posisi itu
beberapa saat, dan setelah agak tenang aku
mulai menyodok perlahan vagina yang semakin
basah itu.
Erangan dan desahan nikmat yang keluar dari
mulut seksi janda sintal ini, menandakan dia
sangat menikmati permainan duniawi ini.. Tanpa
malu dia mendesah, mengerang bahkan diselingi
kata-kata kotor yang membangkitkan gairah..
Sementara di bed sebelahnya si kecil Yeyen
masih tertidur pulas..
Titin, si Jada seksi yang lagi, ku garap seakan
tidak memperdulikan keberadaan putrinya si
kecil, Yeyen..
25 menit-an kami ‘bertempur’ dalam posisi
konvensional itu, perlahan ku angkat tubuh Mbak
Titin hingga kini dia posisinya diatas. Posisi yang
nikmat, karna selain menikmati memek nya aku
juga bisa dengan leluasa meremas, mencium
dan sesekali mengulum payudara montok yang
ber-ayun dengan indah itu.. baru 15 menit,tiba-
tiba tubuh Titin mengejang diikuti lenguhan
panjang..
"Aaaacchh.... aauugghh... Ann.. ddii.. aakku..
kkeelluaa.. aa.. rr..."
Tak lama Titin menghempaskan tubuhnya di
dada ku, seraya mulut kami berpagutan mesra.
5 menit lama nya ku biarkan dia menikmati
orgasme nya. Beberapa saat, karna aku belum
apa-apa, aku minta Titin menungging karna aku
pengen menikmati nya dengan posisi dogstyle..
Dalam posisi nungging keliatan jelas pantat indah
janda kota kembang ini.. Perlahan ku kecup dan
jilati belahan pantat seksi itu. Secara perlahan
jilatan ku sampe ke vagina mungilnya, Titin
menggelinjang dan menggelengkan-gelengkan
kepalanya menahan nikmat.. disaat itu, tanpa
kami sadari.. si kecil Yeyen bangun dan
menghampiri kami.
"Om Andi.. ngapain cium pantat mama.."
selidiknya sambil terus mendekat
memperhatikan memek mama nya yang ku
lahap habis..
"Adek tenang aja ya.. jangan ganggu Om Andi...
Mama lagi maen dokter-dokteran dengan Om
Andi. Ntar mam mau di cuntik .. Yeyen diem aja
ya..." Titin coba menenangkan gadis kecil itu..
"Ehmm.,.. hayo Om... cuntik Mama Yeyen
cekaaa.. lang Om.. dah ga tahan neh.." rengek
Titin.. sedangkan si Yeyen terlihat duduk manis
dipinggiran bed satunya, siap menyaksikan
adegan yang semestinya belum pantas dia
saksikan..
Perlahan penis ku yang sudah on fire ku gosok-
gosokkan dari lubang memek Titin hingga
menyentuh anusnya, dari arah memek hingga
lubang anusnya. Dan karena tak tega
menyaksikan Titin semakin meracau dan
merengek minta segera di ’suntik’, secara
perlahan ku arahkan penis ku ke liang senggama
nya yang licin oleh cairan vagina nya..
"Om, kok Mama Yeyen dicuntik pake burung
Om.." protes si kecil yang belum ngerti apa-apa
itu.
"Aauhh... ahh..... lebih dalam Mass.. sss.. Ann..
dddi.." pinta Titin dalam erangan dan desahan
nikmat nya tanpa mempedulikan keberadaan
Yeyen yang terlihat bingung melihat mama nya,
antara kesakitan atau menahan nikmat.
30 menit berlalu, aku merasa ada sesuatu yang
akan keluar dari ujung penis ku. Agar lebih
nikmat, ku putar tubuh sintal janda kembang ini
tanpa mencabut penis ku hingga kami kembali
paad posisi konvesional.
"Ti... tiiinn.. aku mau keluar" erang ku mencoba
menahan muntahan lahar nikmat yang semakin
mendesak ini…
"Ntar.. Masss.. ss.. tahann... kita bareng..."
Erangnya dengan mata terpejam seraya
menggigit kedua bibirnya menahan genjotan ku
yang semakin kencang di vaginanya..
Kedua tangan nya mencengkram punggung ku,
dan dadanya diangkat membusung, seluruh
badannya tegang mengencang, diikuti dengan
lenguhan panjang kami berdua.
"Aaaccchhh.... aaauuggghh..." Maniku dan mani
nya akhirnya bertemu di lorong kenikmatan itu
sementara bibir kami berpagut mesra dan
tangan kanan ku meremas payudara nya yang
mengecang saat kami orgasme bareng tadi.
Sambil menikmati sisa-sisa kenikmatan itu, kami
masih berciuman mesra sambil berpelukan
mesra, sementara penisku masih ‘tertanam’ di
memeknya. Sadar dari tadi Yeyen terus
memperhatikan kami, Titin dengan wajahnya
yang penuh kepuasan sejati, mengedipkan
matanya seraya melihat ke arah Yeyen sambil
tersenyum manis.. dan aku pun
menghempaskan tubuh ku disampingnya, dan
saat penis ku akan ku cabut..
"Nggak usah Mas.. biarin aja dulu di dalem.."
rengeknya manja dan segera ku hadiahi ciuman
mesra di keningnya.. Tak lama kemudian Yeyen
mendekati kami yang baru saja permainan
ranjang yang begitu dahsyat..
Hari berikutnya selama Ibu dan anak ini di Jogja,
kami terus melakukan hubungan seks ini,
dengan berbagai variasi dan teknik yang lebih
mesra.. bahkan kadang kami melakukan nya di
kamar mandi saat mandi.. Malahan kami tak
peduli lagi dengan keberadaan Yeyen. Titin juga
tak segan mengoral penis ku dihadapan Yeyen..
Liburan tahun baru lalu aku mendatangi nya di
Bandung dan menginap selama se minggu lebih
di rumah Janda seksi itu.. kepada tetangga sekitar
dia mengenalkan aku sebagai keponakan
jauhnya.. Dan yang paling penting, kami
menghabiskan waktu dengan bermain seks
sepuasnya, apalagi si kecil Yeyen telah dia titipkan
ditempat orang tuanya di karawang, sedang
selama aku disana, dia sengaja meliburkan
pembantu nya..


Adult | GO HOME | Exit
1/5363
U-ON

inc Powered by Xtgem.com